UKM LDK-LDM UMI memberi kepercayaan kepada saya membawakan materi “Landasan Konseptual, Kajian Teoritis dan Analisis Data” pada Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa pada tanggal 6 November 2010. Sebagaimana diketahui, yang tergolong karya tulis ilmiah adalah skripsi, tesis, disertasi dan laporan-laporan penelitian lainnya. Karena segmen peserta pelatihan kali ini adalah mahasiswa program sarjana (strata-1), maka materi yang disajikan berkisar pada kebiasaan dalam penulisan skripsi mahasiswa.
Cara Menyusun Landasan Konseptual
Landasan Konseptual sering juga disebut Kerangka Teoritis. Sebelum menyusun Landasan Konseptual, perlu terlebih dahulu mengetahui tentang Konsep itu sendiri. Menurut Soekidjo Notoadmodjo, pengertian Konsep adalah abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal khusus. Konsep merupakan abstraksi, maka konsep tidak dapat langsung diamati atau diukur. Konsep hanya dapat diamati atau diukur melalui konstruk atau yang lebih dikenal dengan nama variabel. Jadi variabel adalah simbol atau lambang yang menunjukkan nilai atau bilangan dari konsep. Variabel adalah sesuatu yang bervariasi (Notoadmodjo, 2005:68). Dengan kata lain, variabel merupakan karakteristik yang nilai datanya bervariasi dari satu pengukuran ke pengukuran berikutnya (Hastomo, 2001:57).
Contoh sederhana adalah Konsep SEHAT. Untuk mengukur seseorang dikatakan SEHAT, biasanya seseorang diperiksa tekanan darah, denyut nadi, hb darah. Untuk proses penelitian, maka tekanan darah, denyut nadi, hb darah adalah variabel-variabel yang akan diukur untuk mengetahui tingkat kesehatan seseorang.
Landasan Konseptual/Kerangka Teoritis dibuat berupa skema sederhana yang menggambarkan secara singkat proses pemecahan masalah yang dikemukakan dalam penelitian. Skema sederhana yang dibuat kemudian dijelaskan secukupnya mengenai mekanisme kerja faktor-faktor yang timbul agar memperoleh gambaran jalannya penelitian secara keseluruhan dapat diketahui secara jelas dan terarah. Kerangka teoritis juga akan membantu pemilihan konsep-konsep yang diperlukan guna pembentukan hipotesisnya (Narbuko & Ahmadi, 2009:140).
Setelah mengetahui pengertian tentang Konsep, maka dalam menyusun Landasan Konseptual suatu karya ilmiah, lebih awal harus mengetahui konsep yang akan diteliti beserta variabel-variabelnya.
Cara Melakukan Kajian Teoritis
Kajian teoritis sering juga disebut kajian pustaka. Tujuan dilakukannya kajian teoritis adalah untuk menelusuri yang telah dilakukan peneliti sebelumnya pada bidang penelitian yang sama. Kajian teoritis biasanya diperuntukkan untuk memperoleh informasi mengenai penelitian sejenis yang telah dilakukan peneliti lain sehingga bisa memperkuat kajian teoritis dan mempertajam metodologi.
Menurut Sudarwan Hanim (2002: 105), kajian teoritis juga berguna untuk menggali teori-teori yang telah berkembang, mencari metode-metode serta teknik-teknik penelitian, memperoleh orientasi yang lebih luas dalam permasalahan yang dipilih, serta menghindari terjadinya duplikasi yang tidak diinginkan termasuk kemungkinan tudingan plagiatisme.
Sumber kajian teoritis yang umum dipakai dalam penulisan karya ilmiah adalah: buku, jurnal, bulletin, majalah, laporan penelitian, laporan periodik, prosiding hasil seminar, annual review, dan leaflet serta website di internet. Jenis buku berbeda pula seperti buku teks (textbook), buku tahunan (yearbook), buku pegangan (handbook), modul, diktat atau draft buku. Sementara jurnal juga terbagi atas : jurnal terakreditasi dan jurnal tidak terakreditasi, yang diterbitkan oleh perguruan tinggi, organisasi profesi atau lembaga penelitian.
Pencarian bahan pustaka untuk kajian teoritis biasanya dilakukan pada perpustakaan, baik perpustakaan umum maupun perpustakaan khusus (special libraries). Pencarian bahan pustaka pada perpustakaan khusus biasanya relatif mudah karena jumlah judul relatif terbatas. Lain halnya dengan perpustakaan umum yang memiliki banyak bahan pustaka mengharuskan peneliti menguasai teknik pencarian bahan pustaka seperti sistem klasifikasi menurut Dewey (Dewey Decimal Classification system) berdasarkan 10 kelompok: Karya Umum, Filsafat, Agama, Pengetahuan Sosial, Pengetahuan Bahasa, Pengetahuan Murni, Pengetahuan Praktis, Kesenian, Kesusasteraan, dan Sejarah-Geografi-Biografi.
Seiring dengan kemajuan era digital, penelusuran bahan pustaka banyak juga dilakukan dengan berselancar di dunia maya mengunjungi website-website tertentu yang menayangkan E-book, E-journal dan abstrak penelitian yang dapat diunduh dan di-download. Beberapa perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia telah menerapkan E-libraries yang memungkinkan seorang peneliti menelusuri bahan pustaka dari internet, seperti Perpustakaan Universtas Indonesia (UI). Beberapa alamat website yang dapat diunduh untuk mendapatkan bahan pustaka berupa hasil penelitian yang dimuat pada e-journal dan e-book, lihat lampiran.
Bentuk-Bentuk Analisis Data
Proses Analisis Data merupakan kelanjutan dari proses pengumpulan dan pengolahan data. Data yang sudah dikumpulkan dan diolah masih berupa data mentah (raw data) sehingga masih harus dianalisis agar data tersebut memiliki arti dalam memecahkan masalah penelitian. Data yang dimaksud disini adalah kumpulan angka dan/atau huruf dari hasil penelitian berdasarkan karakteristik yang diteliti. Misalnya data berat badan dalam suatu kelompok orang, ada yang beratnya 50 kg, 60, kg, 70 kg dan seterusnya.
Secara sederhana, untuk pendekatan kuantitatif, ada tiga bentuk-bentuk analisis data menurut Sutanto Priyo Hastomo (2001:60) yakni analisis univariat (analisis deskriptif), analisis bivariat (analisis analitik) dan analisis multivariat. Analisis univariat adalah bertujuan untuk menjelaskan dengan cara mendeskripsikan karakteristik masing-masing variable yang diteliti. Bentuknya tergantung dari jenis datanya. Untuk data numerik digunakan nilai mean (rata-rata), median, standard deviasi dan inter kuartil range, minimal dan maksimal.
Sementara Analisis Bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel, misalnya hubungan antara berat badan dengan tekanan darah. Untuk mengetahui hubungan dua variabel tersebut biasanya digunakan pengujian statistik. Jenis uji statistik yang digunakan sangat tergantung jenis data/variabel yang dihubungkan. Terakhir adalah Analisis Multivariat bertujuan untuk menghubungkan antara beberapa variabel independen dengan satu variabel dependen. Jenis Analisis Multivariat yang kerap digunakan adalah analisis regresi linier ganda dan analisis regresi logistik ganda.
Metode kuantitatif lainnya yang dikenal adalah analisis korelasi, analisis korelasi berganda dan analisis korelasi parsial. Analisis korelasi adalah suatu teknik untuk menentukan sampai sejauh mana terdapat hubungan antara dua variable. Sementara analisis korelasi berganda adalah suatu teknik untuk menentukan hubungan antara lebih dari dua variable. Terakhir, analisis korelasi persial adalah teknik untuk menentukan mana diantara berbagai variable independen mempunyai pengaruh terbesar terhadap variable dependen dengan catatan apabila diketahui memang ada hubungan antara variable-variabel tersebut (Nabruka & Ahmadi, 2009: 156-7).
Untuk pendekatan kualitatif, menurut Burhan Bungin (2010:83) dikenal dua bentuk analisis yakni analisis deskriptif kualitatif dan analisis verifikatif kualitatif. Kedua bentuk tersebut dapat digunakan secara bersama-sama atau secara terpisah. Kedua bentuk analisis tersebut memberi gambaran bagaimana alur logika analisis data pada penelitian kualitatif sekaligus memberi masukan terhadap bagaimana teknik analisis data kualitatif digunakan.
Selanjutnya Bungin membagi atas 6 (enam) teknik analisis data kualitatif dalam penelitian kualitatif yakni teknik analisis isi (content analysis), teknik analisis domain (domain analysis), teknik analisis taksonomik (taxonomic analysis), teknik analisis komponensial (componential analysis), teknik analisis tema kultural (discovering cultural themes analysis), dan teknik analisis komparatif konstan (constant comparative analysis).
Teknik analisis isi (content analysis) mencakup upaya-upaya klasifikasi lambang-lambang yang dipakai dalam komunikasi, menggunakan criteria dalam klasifikasi, dan menggunakan teknik analisis tertentu dalam membuat prediksi. Content analysis selalu menampilkan tiga syarat yakni obyektifitas, pendekatan sistematis dan generalisasi. Cara kerjanya, peneliti memulai analisisnya dengan menggunakan lambang-lambang tertentu, mengklasifikasi data tersebut dengan kriteria-kriteria tertentu serta melakukan prediksi dengan teknik analisis tertentu pula.
Teknik analisis domain (domain analysis) digunakan untuk menganalisis gambaran obyek penelitian secara umum atau ditingkat permukaan, namun relatif utuh tentang obyek penelitian tersebut. Teknik analisis ini banyak dipakai dalam penelitian yang bertujuan eksplorasi untuk memperoleh gambaran seutuhnya dari obyek yang diteliti tanpa harus diperincikan secara detail unsur-unsur yang ada dalam keutuhan obyek penelitian tersebut. Sehubungan dengan bervariasinya domain, maka peneliti biasanya menggunakan Hubungan Semantik (semantic relationship) dari Spradley yang bersifat universal, seperti jenis, ruang, sebab-akibat, lokasi kegiatan, fungsi, urutan, atribut, dan rasional.
Teknik analisis taksonomik (taxonomic analysis) digunakan apabila peneliti menginginkan suatu hasil dari analisis yang terfokus pada suatu domain atau sub-sub domain tertentu. Teknik ini menggunakan pendekatan non-kontras antara elemen, terfokus pada domain-domain tertentu kemudian memilih domain tersebut menjadi sub-sub domain serta bagian-bagian yang lebih khusus dan terperinci yang umumnya merupakan rumpun yang memiliki kesamaan. Teknik ini akan menghasilkan hasil analisis yang terbatas pada satu domain tertentu dan hanya berlaku pada satu domain tersebut pula.
Teknik analisis komponensial (componential analysis) menggunakan pendekatan kontras antar elemen. Teknik inidigunakan dalam analisis kualitatif untuk menganalisis unsure-unsur yang memiliki hubungan-hubungan yang kontras satu sama lain dalam domain-domain yang telah ditentukan untuk dianalisis secara lebih terperinci. Unsure-unsur atau elemen-elemen yang kontras akan dipilah oleh peneliti dan selanjutnya akan dicari term-term yang dapat mewadahinya. Teknik analisis ini menggunakan beberapa tahap: tahap penggelaran hasil observasi dan wawancara, tahap pemilahan hasil observasi dan wawancara dan tahap menemukan elemen-elemen kontras.
Teknik analisis tema kultural (discovering cultural themes analysis) mencoba mengumpulkan sekian banyak tema-tema, fokus budaya, etos budaya, nilai dan simbol-simbol budaya yang terkonsentrasi pada domain-domain tertentu. Pada umumnya setiap masyarakat memiliki sejumlah tema yang menjadi orientasi kognitifnya. Misalnya kalau menganalisis faktor-faktor penyebab keterbelakangan umumnya masyarakat desa, tema yang tampak adalah bahwa masyarakat desa itu tidak maju (terbelakang), miskin dan sebagainya. Teknik ini berusaha menemukan hubungan-hubungan yang terdapat pada domain-domain yang di analisis sehingga akan membentuk suatu kesatuan yang holistik, terpola dalam suatu complex pattern yang akhirnya akan menampakkan ke permukaan akan tema-tema atau faktor yang paling mendominasi domain tersebut dan mana yang kurang mendominasi.
Teknik analisis komparatif konstan (constant comparative analysis) digunakan untuk membandingkan kejadian-kejadian yang terjadi saat peneliti menganalisa kejadian tersebut dan dilakukan secara terus menerus sepanjang penelitian itu dilakukan. Tahapannya, tahap membandingkan kejadian yang dapat diterapkan pada setiap kategori, tahap memadukan kategori-kategori serta cirri-cirinya, tahap membatasi lingkup teori dan tahap menulis teori. Teknik ini yang paling ekstrem menerapkan analisi deskriptif, karena betul-betul menerapkan logika induktif dalam analisisnya.
Dalam riset epidemiologi, bentuk analisa data yang sering digunakan adalah metode deskriptif dan metode eksploratif. Metode deskriptif menggambarkan dalam ukuran-ukuran kuantitatif tentang paparan, penyakit maupun karakteristik lainnya dari populasi. Sedang metode eksploratif menjajaki atau memperoleh pandangan baru tentang suatu fenomena yang tidak/belum banyak diketahui sebelumnya. Kedua metode tersebut tidak memiliki hipotesis tentang hubungan-hubungan variable karena bukan untuk menguji hubungan tetapi mengeksplor suatu fenomena baru. Bentuk analisis data dalam metode deskriptif meliputi perhitungan proporsi, persentase, ukuran tendensi sentral (mean, median, mode), disperse (deviasi standard, range, persentil), insidensi kumulatif (cumulative incidence), laju insidensi (incidence density, incidence rate), prevalensi, population attributable rate (PAR), dan sebagainya (Murti, 2003:78).
Penutup
Makalah ini hanya berbentuk garis besar tentang Landasan Konseptual, Kajian Teoritis dan Analisis Data. Karena sesungguhnya materi tersebut hanya bisa dibahas selama enam bulan (satu semestier perkuliahan) sehingga tidak cukup dibahas dalam satu hari, apalagi dalam waktu dua jam.
Referensi
Bhisma Murti, 2003, Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi, Yogyakarta: Gajah Mada University
Burhan Bungin, ed. 2003, Analisis Data Penelitian Kualitatif, Jakarta: RajaGrafindo Persada
Cholid Narbuko & Abu Achmadi, 2009, Metodologi Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara
Soekidjo Notoatmodjo, 2005, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta
Sudarwan Danim, Prof Dr., 2002, Menjadi Peneliti Kualitatif, Bandung: Pustaka Setia
Sutanto Priyo Hastono, 2001, Modul Analisis Data, Depok: FKM UI